Ecovia
Kota Wisata Ecovia Hadirkan Ribuan Unit Hunian Terbaru. Kamis, 30 Oktober 2025, menjadi hari bersejarah bagi sektor properti Jakarta Timur. Sinar Mas Land, bekerja sama dengan Sumitomo Forestry dari Jepang, resmi meluncurkan Kota Wisata Ecovia—ekspansi premium seluas 156 hektare di utara Kota Wisata Cibubur. Pengumuman ini disambut antusiasme tinggi, dengan rencana pembangunan ribuan unit hunian baru yang siap mengubah wajah kawasan tersebut. CEO Sinar Mas Land Prasetijo Tanumihardja menegaskan, proyek ini akan menyediakan 4.500 unit rumah dan 400 unit ruko komersial, semuanya berbasis konsep green living. Berlokasi strategis dekat Tol Cimanggis-Cibitung, Ecovia bukan sekadar hunian; ia adalah janji masa depan berkelanjutan di tengah hiruk-pikuk urban. Dengan cluster perdana Orlens sudah mulai ditawarkan, peluncuran ini langsung memicu gelombang pemesanan—bukti bahwa keluarga muda dan milenial haus akan ruang hijau yang nyaman.
Kolaborasi Strategis dan Visi Pengembangan Kota Wisata Ecovia
Ecovia lahir dari perpaduan kekuatan dua raksasa info properti: Sinar Mas Land melalui PT Kurnia Sinergi Mas dan Sumitomo Forestry, pionir pembangunan berkelanjutan dari Jepang. Kolaborasi ini dimulai sejak awal 2025, dengan fokus mengintegrasikan teknologi Jepang seperti desain rumah anti-gempa dan sistem irigasi hemat air ke dalam township Indonesia. Prasetijo Tanumihardja, dalam konferensi pers pagi ini, menyebut Ecovia sebagai “the next chapter” Kota Wisata yang sudah matang. Kawasan ini dibagi menjadi distrik-distrik seperti Bravera, di mana cluster Orlens menjadi pionir. Total investasi mencapai triliunan rupiah, dengan tahap pertama menargetkan serah terima unit pada akhir 2026. Visi utamanya, “Embracing Nature. Better Future”, tercermin dalam 60% lahan hijau: taman terbuka, danau buatan, dan koridor hijau yang menghubungkan setiap cluster. Ini bukan sekadar slogan—Sumitomo Forestry membawa pengalaman 330 tahun dalam kehutanan untuk memastikan setiap pohon yang ditanam berkontribusi pada ekosistem lokal. Bagi Sinar Mas, proyek ini melanjutkan legacy Kota Wisata yang telah menampung 20.000 keluarga sejak 1997, tapi kini dengan standar ESG yang lebih ketat.
Fitur Hunian dan Fasilitas Pendukung Kota Ecovia
Ribuan unit hunian di Ecovia dirancang untuk gaya hidup modern tropis. Cluster Orlens, yang mulai dibuka melalui Nomor Urut Pemesanan (NUP), menawarkan tipe 6×12, 7×14 untuk rumah dua lantai, dan 8×16 untuk tiga lantai—harga promo mulai Rp1,8 miliar. Setiap unit mengadopsi arsitektur Jepang minimalis: fasad geometris, rooftop terrace dengan double garden view, dan material ramah lingkungan seperti panel surya opsional. Interior fungsional dengan ruang multifungsi untuk work-from-home, plus dapur terbuka yang mengalir ke taman belakang. Lebih dari itu, Ecovia menekankan mobilitas ramah pejalan kaki: jogging track sepanjang 5 km, pedestrian path berlapis rumput sintetis, dan sewa sepeda listrik gratis untuk warga. Fasilitas komunal termasuk outdoor gym, skate park, taman bermain anak bertema alam, dan central park dengan amphitheater untuk event komunitas. Di luar cluster, akses ke fasilitas Kota Wisata seperti Eka Hospital, Sekolah Penabur, dan Living World Mall hanya 10 menit. Ruko komersial 375 unit siap mendukung UMKM lokal, sementara 25 unit khusus untuk co-working space. Semua ini didukung infrastruktur canggih: jaringan fiber optic full coverage dan sistem pengelolaan limbah zero-waste.
Lokasi Strategis dan Respons Pasar Dari Perumahan Kota Ecovia
Posisi Ecovia di Ciangsana, Gunung Putri, Bogor, adalah kartu asnya. Hanya 5 menit dari pintu tol Nagrak, akses ke Jakarta Selatan via Tol Jagorawi memakan waktu 30 menit saat jam sibuk—ideal bagi pekerja hybrid. Kawasan ini bersanding langsung dengan Kota Wisata existing, memungkinkan sinergi: warga bisa nikmati kolam renang komunal atau lapangan golf tanpa batas cluster. Respons pasar langsung terasa: dalam dua jam pasca-peluncuran, 500 NUP terjual, mayoritas dari keluarga muda usia 30-40 tahun. Analis properti memprediksi apresiasi nilai 15% per tahun, didorong permintaan hunian hijau di Jabodetabek yang naik 20% sejak 2024. Bank mitra seperti BCA dan Mandiri tawarkan KPR fleksibel dengan DP minim 10%. Namun, tantangan ada: lalu lintas Cibubur yang kadang padat, meski Ecovia rencanakan shuttle bus ke stasiun kereta. Bagi investor, ini peluang emas—dengan yield sewa ruko potensial 8-10% tahunan.
Kesimpulan
Peluncuran Kota Wisata Ecovia hari ini bukan hanya tambahan unit hunian, tapi manifestasi komitmen untuk kota masa depan yang hijau dan inklusif. Dengan 4.500 unit siap dibangun, kolaborasi Sinar Mas-Sumitomo Forestry menawarkan lebih dari rumah: sebuah ekosistem di mana alam dan urbanisme berjalan seiring. Bagi calon penghuni, ini undangan untuk bergabung di komunitas yang tumbuh bersama—dari jogging pagi hingga piknik keluarga. Di tengah isu perubahan iklim, Ecovia jadi contoh bahwa properti bisa berkontribusi positif. Jika Anda mencari hunian yang tak hanya nyaman tapi juga bertanggung jawab, Ecovia layak jadi prioritas.
Baca Selengkapnya…